Selasa, 21 Maret 2017

Strategi Pengentasan Kemiskinan (isu negara berkembang)

Rezim Bretton Woods yang tujuannya untuk mengurangi tingkat kemiskinan di dunia dengan menggunakan sistem Structural Adjustment Program (SAP) dan kemudian berubah menjadi Comperhensive Development Framework (CDF). Setelah kedua cara ini dilakukan, tingkat kemiskinan pun dapat dikatakan tidak berkurang dan sistem ini dapat dikatakan tidak efektif. Adanya perubahan pendekatan pada dekade 90an yang dilakukan oleh World Bank dan IMF yang dipengaruhi oleh tiga faktor. Pertama adalah munculnya pertanyaan dari lembaga internasional ini karena semakin bertambahnya tingkat kemiskinan. Kedua, fakta memberikan hasil bahwa negara yang melakukan sistem yang diberikan oleh World Bank dan IMF ini kebanyakan tidak mengalami kemajuan sehingga sistem ini dianggap gagal dan tidak sesuai dengan kriteria negara yang mayoritas berkembang. Terakhir yaitu terkait dengan legitimasi terhadap institusi Internasional ini karena tidak dapat menghentikan laju kemiskinan di negara berkembang sehingga relevansinya dipertanyakan.

Kemudian pada tahun 1999, World Bank dan IMF memberikan sebuah gagasan yang baru yang didasari oleh kegagalan sistem sebelumnya. gagasan ini dinamakan Poverty Reduction Strategy Paper (PRSP) yang merupakan perpanjangan tangan dari CDF. Namun ada beberapa hal baru yang diberikan yaitu; adanya pembangunan berkelanjutan; penyusunan strategi dibuat oleh negara sendiri agar menyesuaikan dengan karakterisik negara itu sendiri; adanya peningkatan akan good governance supaya negara menjadi lebih baik dari sisi internal. Dengan demikian program yang ada dapat diterapkan oleh negara berkembang dan diharapkan dapat berjalan dengan baik karena adanya partisipasi aktif juga dari semua golongan baik dari masyarakat hingga kaum elitnya.

Permasalahn tentang kemiskinan menurut saya merupakan masalah yang sangat krusial di suatu negara terlebih pada negara berkembang. Hal ini juga dapat memicu sebuah pemberontakan di negara sehingga perlu adanya penanganan yang serius yang dikerjakan bersama agar masalah kemiskinan ini dapat teratasi. World Bank dan juga IMF dengan baik memberikan sebuah gagasan namun tetap saja tidak akan berjalan efektif pada kenyataan nya. Menurut saya perlu adanya integrasi yang berkelanjutan mengenai strategi pengentasan kemiskinan dan juga kesadaran dari masyarakat pula untuk mendorong aktivitas ekonomi dari seluruh golongan. Perlunya dukungan untuk dapat memberikan pendidikan atau pelatihan bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan agar semua menjadi tenaga kerja yang terampil sehingga dapat diserap
kedalam pekerjaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar