diunduh di link: https://drive.google.com/file/d/0Bz3PikXpb76TUnJ2U1dZSTZGdkU/view?usp=sharing
Ray Patrick Rayner
145120407111037
Selasa, 18 April 2017
Logical Framework MPP
diunduh di link : https://drive.google.com/file/d/0Bz3PikXpb76TemxVM0g3YmtKWk0/view?usp=sharing
Ray Patrick Rayner
145120407111037
Ray Patrick Rayner
145120407111037
Senin, 17 April 2017
Identifikasi MPP
Need Assessment dapat diunduh melalui link: https://drive.google.com/file/d/0Bz3PikXpb76TWnVxbi10RmwwbHc/view?usp=sharing
Pohon masalah melalui link: https://drive.google.com/file/d/0Bz3PikXpb76TM2hzMUc5OUJLZWc/view?usp=sharing
Ray Patrick Rayner
145120407111037
Pohon masalah melalui link: https://drive.google.com/file/d/0Bz3PikXpb76TM2hzMUc5OUJLZWc/view?usp=sharing
Ray Patrick Rayner
145120407111037
Selasa, 28 Maret 2017
Degradasi Lingkungan (isu negara berkembang)
Era modern seperti sekarang ini membuat negara berbondong-bondong meningkatkan produktivitas dengan cara melakukan industrialisasi secara besar-besaran demi membuat ekonomi di suatu negara terus meningkat. Hal ini tentunya memberikan dampak yang negatif terhadap lingkungan yang kita tinggali karena akan terjadi juga eksploitasi yang besar terhadap sumber daya alam yang ada. Tingkat pencemaran seperti polusi udara tentunya memberikan dampak yang paling dirasakan kepada lingkungan. Melihat kejadian ini, PBB membentuk sebuah program yang dinamakan Reduction Emission from Deforestation and Forest Degradation (REDD) yang bertujuan untuk mengurangi tingkat pencemaran lingkungan dan juga perusakan hutan.
Dengan adanya REDD ini juga negara-negara di dunia dapat berusaha melindungi hutan-hutannya untuk dapat mengatasi polusi yang ada di dunia. Hal ini memberikan dampak khususnya negara berkembang untuk dapat berinvestasi pada wilayah hutannya, karena negara yang dapat melindungi hutannya akan mendapatkan sebuah insentif dan menjadikan hutan tersebut sebagai paru-paru dunia. Dengan terjaganya hutan juga, akan ada jual beli polusi yang mana mereka negara maju yang memiliki tingkat polusi yang tinggi bisa membeli polusi dari negara yang tingkat polusinya rendah. Setelah Program REDD ini berjalan dengan baik, kembali PBB membentuk sebuah tambahan yang diberi nama REDD+ dengan penambahan bahasan seperti peran konservasi dan juga penguatan kerjasama pemerintah dan swasta di dalam membentuk sebuah industri yang ramah lingkungan. Green economy merupakan sebuah program yang bertujuan untuk menghidupkan industri ramah lingkungan tersebut dengan juga menyerap lapangan kerja agar masyarakat dapat memiliki hidup yang layak yang merupakan salah satu hasil dari adanya REDD+ ini.
Dari penjelasan diatas dapat dilihat bahwa dunia telah melihat aspek lingkungan merupakan hal yang perlu dipertahankan. Berbagai macam upaya telah dilakukan negara-negara untuk dapat menciptakan perlambatan kerusakan lingkungan. Namun, menurut saya meskipun upaya telah dilakukan, ketika masih ada negara dengan industri yang besar tentu akan berdampak kepada perubahan lingkungan secara global. Oeh karenanya kita perlu untuk meningkatkan aktivitas green economy dan juga terus menciptakan inovasi di bidang teknologi agar kita bisa mempertahankan bumi dengan kondisi seperti sekarang.
Dengan adanya REDD ini juga negara-negara di dunia dapat berusaha melindungi hutan-hutannya untuk dapat mengatasi polusi yang ada di dunia. Hal ini memberikan dampak khususnya negara berkembang untuk dapat berinvestasi pada wilayah hutannya, karena negara yang dapat melindungi hutannya akan mendapatkan sebuah insentif dan menjadikan hutan tersebut sebagai paru-paru dunia. Dengan terjaganya hutan juga, akan ada jual beli polusi yang mana mereka negara maju yang memiliki tingkat polusi yang tinggi bisa membeli polusi dari negara yang tingkat polusinya rendah. Setelah Program REDD ini berjalan dengan baik, kembali PBB membentuk sebuah tambahan yang diberi nama REDD+ dengan penambahan bahasan seperti peran konservasi dan juga penguatan kerjasama pemerintah dan swasta di dalam membentuk sebuah industri yang ramah lingkungan. Green economy merupakan sebuah program yang bertujuan untuk menghidupkan industri ramah lingkungan tersebut dengan juga menyerap lapangan kerja agar masyarakat dapat memiliki hidup yang layak yang merupakan salah satu hasil dari adanya REDD+ ini.
Dari penjelasan diatas dapat dilihat bahwa dunia telah melihat aspek lingkungan merupakan hal yang perlu dipertahankan. Berbagai macam upaya telah dilakukan negara-negara untuk dapat menciptakan perlambatan kerusakan lingkungan. Namun, menurut saya meskipun upaya telah dilakukan, ketika masih ada negara dengan industri yang besar tentu akan berdampak kepada perubahan lingkungan secara global. Oeh karenanya kita perlu untuk meningkatkan aktivitas green economy dan juga terus menciptakan inovasi di bidang teknologi agar kita bisa mempertahankan bumi dengan kondisi seperti sekarang.
Selasa, 21 Maret 2017
Strategi Pengentasan Kemiskinan (isu negara berkembang)
Rezim Bretton Woods yang tujuannya untuk mengurangi tingkat kemiskinan di dunia dengan menggunakan sistem Structural Adjustment Program (SAP) dan kemudian berubah menjadi Comperhensive Development Framework (CDF). Setelah kedua cara ini dilakukan, tingkat kemiskinan pun dapat dikatakan tidak berkurang dan sistem ini dapat dikatakan tidak efektif. Adanya perubahan pendekatan pada dekade 90an yang dilakukan oleh World Bank dan IMF yang dipengaruhi oleh tiga faktor. Pertama adalah munculnya pertanyaan dari lembaga internasional ini karena semakin bertambahnya tingkat kemiskinan. Kedua, fakta memberikan hasil bahwa negara yang melakukan sistem yang diberikan oleh World Bank dan IMF ini kebanyakan tidak mengalami kemajuan sehingga sistem ini dianggap gagal dan tidak sesuai dengan kriteria negara yang mayoritas berkembang. Terakhir yaitu terkait dengan legitimasi terhadap institusi Internasional ini karena tidak dapat menghentikan laju kemiskinan di negara berkembang sehingga relevansinya dipertanyakan.
Kemudian pada tahun 1999, World Bank dan IMF memberikan sebuah gagasan yang baru yang didasari oleh kegagalan sistem sebelumnya. gagasan ini dinamakan Poverty Reduction Strategy Paper (PRSP) yang merupakan perpanjangan tangan dari CDF. Namun ada beberapa hal baru yang diberikan yaitu; adanya pembangunan berkelanjutan; penyusunan strategi dibuat oleh negara sendiri agar menyesuaikan dengan karakterisik negara itu sendiri; adanya peningkatan akan good governance supaya negara menjadi lebih baik dari sisi internal. Dengan demikian program yang ada dapat diterapkan oleh negara berkembang dan diharapkan dapat berjalan dengan baik karena adanya partisipasi aktif juga dari semua golongan baik dari masyarakat hingga kaum elitnya.
Permasalahn tentang kemiskinan menurut saya merupakan masalah yang sangat krusial di suatu negara terlebih pada negara berkembang. Hal ini juga dapat memicu sebuah pemberontakan di negara sehingga perlu adanya penanganan yang serius yang dikerjakan bersama agar masalah kemiskinan ini dapat teratasi. World Bank dan juga IMF dengan baik memberikan sebuah gagasan namun tetap saja tidak akan berjalan efektif pada kenyataan nya. Menurut saya perlu adanya integrasi yang berkelanjutan mengenai strategi pengentasan kemiskinan dan juga kesadaran dari masyarakat pula untuk mendorong aktivitas ekonomi dari seluruh golongan. Perlunya dukungan untuk dapat memberikan pendidikan atau pelatihan bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan agar semua menjadi tenaga kerja yang terampil sehingga dapat diserap
kedalam pekerjaan.
Kemudian pada tahun 1999, World Bank dan IMF memberikan sebuah gagasan yang baru yang didasari oleh kegagalan sistem sebelumnya. gagasan ini dinamakan Poverty Reduction Strategy Paper (PRSP) yang merupakan perpanjangan tangan dari CDF. Namun ada beberapa hal baru yang diberikan yaitu; adanya pembangunan berkelanjutan; penyusunan strategi dibuat oleh negara sendiri agar menyesuaikan dengan karakterisik negara itu sendiri; adanya peningkatan akan good governance supaya negara menjadi lebih baik dari sisi internal. Dengan demikian program yang ada dapat diterapkan oleh negara berkembang dan diharapkan dapat berjalan dengan baik karena adanya partisipasi aktif juga dari semua golongan baik dari masyarakat hingga kaum elitnya.
Permasalahn tentang kemiskinan menurut saya merupakan masalah yang sangat krusial di suatu negara terlebih pada negara berkembang. Hal ini juga dapat memicu sebuah pemberontakan di negara sehingga perlu adanya penanganan yang serius yang dikerjakan bersama agar masalah kemiskinan ini dapat teratasi. World Bank dan juga IMF dengan baik memberikan sebuah gagasan namun tetap saja tidak akan berjalan efektif pada kenyataan nya. Menurut saya perlu adanya integrasi yang berkelanjutan mengenai strategi pengentasan kemiskinan dan juga kesadaran dari masyarakat pula untuk mendorong aktivitas ekonomi dari seluruh golongan. Perlunya dukungan untuk dapat memberikan pendidikan atau pelatihan bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan agar semua menjadi tenaga kerja yang terampil sehingga dapat diserap
kedalam pekerjaan.
Senin, 20 Maret 2017
Rencana Stratergis MPP
Organisasi Menengah Bawah Malang (OMBM)
Orientasi Organisasi
Organisasi ini
bertujuan untuk mengayomi para masyarakat yang kurang mampu untuk berusaha
memberikan mereka kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya sehingga masyarakat
tersebut dapat menjadi lebih mandiri ketika telah siap untuk diilepas setelah
mengikuti berbagai macam pelatihan di dalam menghasilkan sebuah usaha
kecil-kecilan. Di dalam organisasi ini juga kita ingin memberikan pendidikan yang
layak kepada mereka yang berusia dibawah 17 tahun agar bisa mengenyam
pendidikan hingga SMA sehingga dapat meningkatkan kualitas manusia di daerah
malang dan sekitarnya. Dengan adanya organisasi ini kita ingin membangun sebuah
masyarakat yang mampu menciptakan daya saing yang baik dan dapat bertahan hidup
dari segala kesulitan yang ada dan harapan ke depannya juga mampu membantu
mendongkrak perekonomian di daerahnya maupun secara lingkup nasional.
VISI
- - Menciptakan
pemikiran baru tentang masyarakat Menengah Bawah yang berpendidikan dan mandiri
sehingga tidak menjadi masyarakat yang tersingkirkan
MISI
- -Memberikan
pelatihan-pelatihan yang berorientasi kepada peningkatan ekonomi
- - Memberikan
pendidikan pada kaum muda agar menjadi pelajar yang dapat memberikan inovasi di -dalam peningkatan ekonomi
- -Melatih
kedisiplinan para masyarakat
- -Memberikan
pelatihan untuk meningkatkan semangat juang masyarakat
- -Menanamkan
nilai-nilai Pancasila dan jiwa nasionalis pada masyarakat
- -Menekankan
pentingnya pendidikan di dalam kehidupan masyarakat
Kondisi Internal
Kapasitas
Organisasi masyarakat
yang dibentuk ini akan memberikan peluang bagi siapapun yang ingin
berkontribusi untuk menbantu para masyarakat yang kurang mampu dan juga
memiliki jiwa sosial yang tinggi. Organisasi ini juga terbuka bagi mahasiswa
yang ingin memberikan pemikiran mereka secara langsung sebagai bentuk dari
pelayanan masyarakat mereka sehingga dapat memberikan kontribusi nyata di dalam
kehidupan sehari-hari dan tentunya sangat bermanfaat bagi lingkungan sekitar
malang. Bagi mereka yang bukan mahasiswa juga dapat bergabung kedalam
organisasi masyarakat ini supaya mereka yang ingin membantu dari sisi materil
dan non-materil dapat tersaalurkan dengan baik dan dapat menunjang pemenuhan
struktur organisasi dengan baik dan dengan demikian tidak akan adanya
kekosongan di dalam organisasi ini. Tidak ada batasan usia ketika ingin
bergabung di dalam organisasi masyarakat ini. Namun, kami sebagai pengurus
menginginkan orang-orang yang sehat secara jasmani dan rohani agar di dalam pengajaran
terhadap para masyarakat dapat berjalan dengan baik.
Kapabilitas
Sebagai
organisasi yang berjalan di bidang pelatihan dan pendidikan, kami memiliki
kemampuan dasar sebagai seorang yang komunikatif. Yang dimaksud disini yaitu
organisasi ini terampil di dalam menggunakan bahasa yang tepat sesuai sasaran
masyarakat yang dihadapi, sehingga masyarakat akan dengan mudah mengerti dengan
ajaran yang kami berikan. Kami akan memberikan pelatihan dasar bagi orang-orang
yang masuk kedalam organisasi kami yang sekiranya masih sulit di dalam
berbicara di depan umum. Organisasi ini juga memiliki buku yang cukup untuk
menunjang para pemuda yang dapat menyelesaikan sekolahnya hingga jenjang SMA
yang mana nantinya kami akan memberikan mereka akses untuk mengikuti
penyelarasan agar mendapat ijasah tersebut.
Sumber Daya Manusia
Organisasi ini
memiliki 15 orang sebagai pengajar yang tentunya akan bertambah seiring dengan
meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap penghidupan yang layak. Kami disini
juga didukung dengan 18 pengusaha muda yang berada di malang yang kebanyakan
ikut dari pengusaha makanan. Dengan adanya pengusaha muda ini akan membuat kami
lebih mudah untuk memberikan para pemuda yang menjadi target kami karena dengan
adanya contoh nyata, mmaka mereka akan lebih termotivasi dan semangat di dalam
menempuh pendidikannya.
Program
Yang coba kami
merikan disini merupakan sebagai bentuk pelayanan kami kepada publik dengan
memberikan keterampilan yang kami miliki. Tentunya hal ini tidak akan bisa
dirasakan secara langsung, namun kami tetap berusaha untuk memberikan
pengetahuan dan keterampilan yang kami miliki agar para masyarakat yang
khususnya pemuda di sekitar malang dapat mengakses kehidupan yang layak. Kami mencoba
memberikan keterampilan yaitu :
- -Mengolah
sampah menjadi barang yang lebih memiliki sisi ekonomi
- -Memberikan
keterampilan dalam menggunakan komputer
Dan dibidang
pengetsahuan antara lain:
- -Mengajar
di tiap bidang yang dibutuhkan seperti pengetahuan alam dan sosial
- -Memberikan
pengarahan tentang kemampuan diri sendiri
- -Memberikan
rasa cint terhadap Indonesia
- - Melatih
kedisiplinan dengan mencoba mengatur waktu yang baik
Kondisi Eksternal
Kami didukung
dengan beberapa stakeholder lain yang tentunya dapat mempermudah usaha kami
untuk mewujudkan cita-cita yang kami inginkan untuk mememberikan kontribusi
yang maksimal terhadap masyarakat di kota malang. Kami memiliki bantuan dari
pihak UMKM yang bisa membantu di dalam memberikan keterampilan untuk melatih
para masyarakat yang menjadi target kami. Selain itu kami juga memiliki
kerjasama dengan beberapa radio yang berada di malang untuk secara sukarela
memberikan kami bantuan untuk membuat organisasi ini menjadi lebih berkembang
lagi dan juga sebagai sarana kami untuk memantau kegiatan kami sehingga selalu
ada kemajuan di setiap kegiatan yang kami lakukan.
Analisa SWOT
(Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats)
Internal
|
Eksternal
|
||
Strengths
|
Weaknesses
|
Opportunities
|
Threats
|
Kapabilitas manusia yang mumpuni sebagai
pengajar
|
Masih sedikitnya tenaga pengajar tidak sebanding
dengan banyaknya orang yang diajar
|
Tingkat antusias dari masyarakat yang ingin
mendapat pendidikan dan keterampilan yang banyak
|
Adanya beberapa orang yang tidak suka dengan
kegiatan ini sehingga kerap kali menyerang organisasi ini
|
Memiliki semangat membangun negeri yang tinggi
khususnya untuk muda-mudi
|
Keterbatasan tempat karena tempat yang ada masih
menggunakan sarana masyarakat bersama
|
Adanya relasi yang baik antara oraganisasi ini
dengan masyarakat dan pemerintah
|
Birokrasi di dalam pemerintahan yang panjang untuk
membuat acara sering membuat beberapa proses terhambat
|
Pendanaan yang baik dari pengurus sendiri maupun
sumbangan dari pihak yang membantu
|
Mobilitas yang kurang memadai karena masih
terikat dengan perkuliahan
|
Banyak bantuan yan didapat dari pihak luar baik
berupa dana maupun bentuk fisik seperti buku, bahan kerajinan dan hal yang
menunjang proses pelatihan
|
Terdapat pemikiran-pemikiran yang tidak sejalan
dengan organisasi kami dari beberapa pihak luar
|
Identifikasi Isu Strategis : ekspansi edukasi
& keterampilan
Dari adanya
kegiatan yang kami pusatkan pada satu lokasi, kami ingin memberikan pengetahuan
terhadap lebih banyak orang yang berada di malang raya. Oleh karenanya kami
ingin membuka beberapa tempat yang menjadi lokasi strategis yang masih banyak
terdapat kemiskinan dan kurangnya pendidikan. Hal ini akan mendapat bantuan
dari banyak pihak khususnya pemerintah yang dengan tangan terbuka akan
membantu untuk memfasilitasi kami di beberapa tempat. Masyarakat juga akan
turut serta di dalam pemenuhan fasilitas ini agar masyarakat diharapkan dapat
membenahi setidaknya pemukiman mereka dengan lebih baik lagi. Dengan adanya
pendampingan yang kami berikan ini juga kami ingin meningkatkan ekonomi kreatif
dari kalangan menengah bawah yang ada di sekitar malang supaya makin banyak
masyarakat yang dapat independen di dalam berusaha menghasilkan dana untuk
menunjang kebutuhannya sehari-hari.
Adapun program kerja
yang akan kami bentuk untuk bisa menunjang keberhasilan dari organisasi ini
yaitu:
Semester 1
- -penyerapan
tenaga pengajar
- -penyerapan
masyarakat
- -penyelarasan
dengan pihak luar yang terkait
- -pemberian
materi pembelajaran dan keterampilan
Semester 2
- -praktek
pembuatan kerajinan
- -praktek
pengolahan sampah
- -praktek
kemampuan komputer
Program kerja ini
sebagai program tahunan yang akan kami lakukan selama jangka waktu tiga-lima
tahun kedepan. Diharapkan di dalam waktu yang di tentukan para masyarakat
setelah mendapat pendampingan bisa menjadi lebih mandiri di dalam memulai usaha
nya dan siap untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.
Program kerja
yang akan kami lakukan bagi mereka yang ingin memiliki pendidikan yaitu:
- - memberikan
akses agar dapat masuk sekolah hingga SMA
- -membantu
menyelesaikan masalah di dalam pelajarannya
- -membantu
di dalam belajar di luar jam sekolah
- -memberikan
metode belajar yang lebih mudah dipahami
Selasa, 14 Maret 2017
Kemiskinan (Isu-Isu Negara Berkembang W.4)
Banyak negara-negara
berkembang yang memiliki masalah yang sama yaitu banyaknya tingkat kemiskinan. Namun,
disini akan saya coba menjelaskan tentang definisi yang dapat menjelaskan
tentang kemiskinan itu sendiri. Pertama yaitu kebutuhan, dimana masyarakat dapat dikatakan miskin ketika
masyarakat ini tidak mendapatkan akses akan kebutuhan pokoknya secara baik. Kedua
adalah standar hidup, dimana kualitas hidup ketika sebuah negara
memiliki tingkat PDB yang tinggi akan membuat sebuah harga kebutuhan pokok itu
mahal sehingga ketika masyarakat tidak mampu membeli maka dapat dikatakan
masyarakatnya tergolong miskin. Ketiga adalah sumber yang terbatas, dimana kebutuhan pokok disini memiliki
keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok yang dikarenakan kondisi infrastruktur
atau pun terbatasnya jumlah produksi dari produsen sehingga dapat dikatakan
menjadi miskin. Keempat adalah ketidaksetaraan,
dimana yang coba dimaksudkan disini adalah kekayaan yang ada di sebuah negara
tidak tersebar secara merata sehingga ada yang tidak mendapatkannya yang dapat
dikatakan miskin.
Kelima adalah kelas, dimana adanya kesenjangan akan
menyebabkan perbedaan kelas yang dilihat dari statuss ekonomi nya yang
berpendapatan rendah dapat dikatakan lebih miskin dari yang berpendapatan tinggi.
Lalu ada juga ketergantunan, dimana
ketergantungan ini dijelaskan dengan ketidakmampuan seseorang didalam mendapati
kebutuhannya sehingga harus mendapatkan bantuan dari orang lain agar orang ini
dapat bertahan. Di dalam dunia internasional juga terdapat sebuah definisi yang
dapat menjadikan seseorang tergolong miskin. Hal ini dapat dilihat dari pendapatan
seseorang yang tidak mencapai dua dollar per hari sehingga dapat dikategorikan
sebagai yang miskin.
Dari hasil yang
didapat, kita dapat memahami bahwa kemiskinan memiliki arti yang luas yang
dapat kita simpulkan bahwa kemiskinan itu sendiri dapat dilihat dari berbagai
aspek. Kita juga dapat mengamati bahwa kemiskinan ini dapat dilihat dari faktor
lingkungan sebuah negara atau adanya ketidakmerataan kekayaan sehingga
menyebabkan kesenjangan dan membentuk kelas antara yang kaya dan miskin. Dari sini
juga negara-negara berkembang dapat melihat poin-poin penting yang seharusnya
dapat mencegah atau mengurangi tingkat kemiskinan negaranya masing-masing dan
juga ada tindakan nyata dari masyarakatnya untuk dapat bekerja dengan baik
sehingga kemiskinan dapat dikurangi. Selain itu juga kita perlu melihat tentang
kesenjangan yang terjadi di sebuah negara. Kita perlu membuat perhatian khusus
pada isu kesenjangan agar masyarakat yang berada di bawah ini dapat mengurangi
jarak dengan masyarakat yang lebih tinggi kondisi ekonominya.
Selasa, 07 Maret 2017
Isu-isu Negara Berkembang (W.3)
Skema pembangunan
MDGs dan Post-MDGs
Millenium
Development Goals (MDGs) merupakan sebuah hasil kesepakatan yang dihadiri oleh
sebagian besar negara yang ada di dunia yang berada dalam Konferensi Tingkat
Tinggi (KTT). Tujuan dari MDGs yaitu untuk dapat menyelesikan permasalahan
kemiskinan dan menngkatkan pembangunan sosial. MDGs ini pula berusaha untuk
mencoba membuat dunia lebih damai dan aman, memerangi kemiskinan, membuat dunia
menjadi demokrasi dan menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta mencoba
memelihara lingkungan agar tidak menjadi lebih buruk lagi. Seluruh negara di dunia
melihat sebuah kesepakatan ini dengan positif karena dnegan adanya MDGs ini
semua negara baik negara maju dan berkembang harus mematuhinya dengan tidak
melihat kekuatan dari sebuah negara tersebut. Pada akhir dari skema pembangunan
ini yaitu tahun 2015, membuat hasil yang baik karena MDGs dinilai berhasil
dalam melaksanakan tujuannya. Hal ini terbukti dengan berkurangnya rakyat
miskin hingga 1,8 miliar dan ada beberapa negara yang memiliki pertumbuhan
ekonomi yang lebih tinggi dari harapan.
Setelah MDGs
selesai dan mendapatkan hasil yang memuaskan, ada kembali sebuah skema
pembangunan yang dinilai sangat baik bagi peningkatan kualitas dunia. Skema
baru ini dinamakan Sustainable Development Goals (SDGs) yang didalamnya
memiliki tujuan sebagai lanjutan dari skema pembangunannya yaitu MDGs. Tujuan dari
SDGs ini adalah mencoba menyelesaikan permasalahn sosial yang ada baik dari
sisi ekonomi mapupun sisi sosial lainnya yang membuat manusia dapat hidup
layak. Selain itu ada juga tujuan lain yaitu untuk meningkatkan pendidikan di
dunia agar manusia dapat kesempatan yang sama dalam hal pendidikan dan juga
serius di dalam mengatasi permasalahan lingkungan seperti perubahan iklim. Dari
sini kita dapat melihat adanya perkembangan di dalam skema yang telah
ditetapkan terkait dengan permasalahan lingkungan dan kemiskinan dengan
kesenjangan. Permasalahan lingkungan menjadi sangat diperhatikan karena telah
banyak manusia yang sadar akan perubahan bumi yang telah dirasakan beberapa
tahun belakangan dan juga kemiskinan yang berkurang di jaman sekarang namun
jarak antara yang kaya dan miskin menjadi semakin jauh sehingga ini dimasukkan
kedalam skema pembangunan SDGs.
Dari penjelasan
diatas, kita dapat melihat bahwa sebuah skema pembangunan yang dibuat oleh
lembaga internasional yang di ratifikasi oleh hampir seluruh negara di dunia
ini memberikan sebuah hasil yang cukup baik. Dari sini juga kita dapat melihat
bahwa tidak ada perbedaan antara negara maju dan negara berkembang untuk
melakukan skema ini sehingga baik mereka negara kuat atau tidak harus patuh
pada skema pembangunan ini. Hal yang perlu diperhatikan ialah di dalam pembuatan
skema pembangunan ini, tujuan dan aturan yang diberikan menurut saya masih
terlalu memakai pola pikir kebarat-baratan yang dimana negara berkembang akan
sedikit mengalami kendala di dalam pemenuhan skema pembangunan ini. Perlu adanya
pola pikir dari negara-negara berkembang juga agar negara berkembang ini dapat
menyelaraskan skema pembangunan yang ada sehingga adanya kemudahan yang di
dapat oleh negara berkembang karena skema pembangunan itu juga berasal dari
negara berkembang tersebut. Dengan demikian, negara-negara di dunia dapat
mencapai hasil yang diinginkan dengan tingkat yang lebih tinggi dari skema
pembangunan yang telah diterapkan yaitu pada saat MDGs dilakukan.
Senin, 06 Maret 2017
Manajemen Proyek Pembangunan (W.3)
Manajemen
Pembangunan
Bagi setiap
negara harus mengetahui pentingnya manajemen yang baik agar tidak terjadi
kesalahpahaman atau bahkan kegagalan di dalam membuat suatu proyek pembangunan.
Oleh karena itu disini saya akan mencoba menjabarkan poin penting di dalam
melakukan manajemen proyek yang benar sehingga proyek tersebut dapat memberikan
hasil yang positif, tidak hanya pihak yang membangun saja tetapi dapat
menguntungkan bagi masyarakat luas juga. Dimulai pada tahap studi kelayakan
yang dimana pada tahap ini, kita harus melakukan survei dan analis terhadap suatu proyek dengan teliti. Yang coba
dimaksudkan disini adalah kita harus selalu mempertimbangkan setiap aspek di
dalam pembangunan tersebut seperti aspek lingkungan, sosial, hingga keuntungan
yang diperoleh dari pembangunan tersebut. Aspek lain yang perlu diperhatikan
juga yaitu infrastruktur, penyelarasan dengan institusi terkait agar proyek ini
dapat dijalankan atau tidak, dan juga melakukan analisa identifikasi setiap
masalah yang sekiranya akan dihadapi dan bagaimana cara di dalam mengatasinya
serta apakah memang layak sebuah proyek ini dijalankan atau tidak.
Kemudian yang
menjadi perhatian selanjutnya yaitu tahap monitoring. tahap monitoring disini
merupakan tahapan yang dilakukan pada saat proyek itu mulai dijalankan atau
pembangunan mulai berjalan. Pada tahap ini kita harus selalu melihat dan
meneliti setiap saat perkembangan yang dilakukan apakah telah sesuai dengan
rencana atau tidak. Kita juga perlu melihat secara lebih mendalam bagaimana
material dan juga infrastrukturnya sudah mendukung dan sesuai dengan model awal
yang direncanakan. Lihat juga sisi efisiensi dan hal-hal teknis lainnya yang
menjadi penentu ketika proyek ini berjalan, karena pada aspek ini merupakan hal
penting agar pembangunan ini berjalan dengan baik dan tidak memiliki kendala
teknis yang bisa menyebabkan masalah yang fatal di sehingga pembangunan ini
bisa gagal. Tidak lupa juga kita perlu mencermati sisi finansial yang selalu
mendukung pembangunan proyek tersebut agar tidak kekurangan di saat proyek ini
dijalankan.
Terakhir yaitu
tahap evaluasi. Pada tahap ini kita diminta untuk melihat, menilai, dan
menganalisa kelebihan dan kekurangan yang ada pada saat proyek ini dimulai
hingga proyek ini dilaksanakan agar kedepan kita dapat melakukan sebuah proyek
lebih baik lagi. Hal yang perlu dicermati dalam tahap evaluasi ini adalah
efektifitas dan efisiensi, perencanaan secara keseluruhan, dan implementasi
dari setiap sisi yang telah dijalani. Dengan adanya evaluasi ini juga dapat
memberikan tingkat penilaian terhadap sebuah manajemen proyek yang baik atau
tidak dan tingkat kepuasan terhadap kerja yang telah dilakukan dari proyek
manajemen tersebut.
Dari hasil
penjabaran diatas, kita dapat mengetahui bahwa di dalam melakukan sebuah proyek
pembangunan itu harus memiliki dasar yang digunakan agar proyek pembangunan
dapat berjalan dengan lancar. Perlu adanya kalkulasi yang baik dari pihak yang
akan melakukan proyek pembangunan ini agar pembangunan ini juga dapat memiliki
hasil yang baik bagi banyak pihak sehingga memiliki sisi penilaian yang baik. Kita
juga harus mendapatkan sisi finansial
yang baik agar sebuah proyek ini tidak mengalami kendala yang fatal. Pihak yang
melakukan proyek pembangunan ini harus menjalin kerjasama yang baik pula dengan
berbagai macam institusi terkait dengan pembangunan agar bisa mendapatkan ijin
sehingga tidak akan ditemukan kesulitan pada saat pengurusan surat-surat yang
menjadi hal penting. Hasil akhirnya adalah setiap pihak yang ingin membuat
sebuah proyek pembangunan perlu untuk melakukan survei yang mendalam yang
dilihat dari setiap aspek hingga hal yang terkecil ketika ingin membuat sebuah proyek
pembangunan sehingga proyek tersebut berjalan dengan lancar baik dari tahap
identifikasi hingga tahap akhir evaluasi.
oleh Ray Patrick Rayner (145120407111037)
Selasa, 28 Februari 2017
Pergeseran Paradigma Pembangunan Pada Negara-Negara Berkembang (Isu-Isu Negara Berkembang)
Adanya krisis
pada negara berkembang seperti Amerika Latin tahun 80’ an, membuat mereka
mengalami keterpurukan yang dalam sehingga mereka hampir tidak dapat bertahan
sebagai sebuah negara. Krisis yang berkepanjangan ini pun dianggap serius oleh
beberapa pihak, dan pada akhirnya membuat Amerika Serikat menyelenggarakan
konferensi bersama dengan Inggris pada saat itu di Bretton Woods. Pada akhir
konferesi, kedua belah pihak menyepakati adanya sebuah sistem yang dinamakan
Bretton Woods System. Sistem ini pada akhirnya menciptakan sebuah aturan yang
disebut dengan Washington Consensus yang dibuat di Amerika Serikat. Pada sistem
ini, nilai-nilai neo-liberal yang diambil
di dalam 10 (sepuluh) aturan yang ditetapkan di dalam Washington Consensus
ini. Aturan ini dimaksudkan agar negara-negara berkembang dapat keluar dari
jeratan krisis ekonomi yang melanda mereka.
Beberapa poin
dari Washington Consensus itu menginginkan bahwa negara yang terkena krisis
harus meliberalisasi pasarnya dan juga harus melakukan privatisasi BUMN. Implementasi
dari washington consensus ini biasa disebut dengan Structural Adjustment
Programmes (SAP). Namun, setelah kurang lebih 10 (sepuluh) tahun berjalan,
banyak pihak yang menilai bahwa sistem ini pun tidak berjalan sesuai dengan
keinginan. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya negara-negara berkembang yang
telah mencoba memakai sistem ini dan tetap menghadapi krisis. Beberapa pakar
menyebutkan bahwa kegagalan dari sistem ini bukan karena semata-mata sistem ini
tidak sesuai dengan negara berkembang, namun mereka menyebutkan bahwa aspek
internal suatu negara berkembang lah yang membuat sistem ini menjadi gagal.
Setelah Washington
consensus telah dinilai gagal di dalam menghilangkan krisis di suatu negara,
muncul pula konsep baru yang bertujuan untuk meningkatkan pembangunan di negara
berkembang. Konsep ini dinamakan Comprehensive Development Framework (CDF) yang
merupakan sebuah pendekatan dari tiga sisi yaitu sisi ekonomi, sosial, dan
budaya agar proses pembangunan ini berjalan dengan lancar. Adanya konsep yang baru ini akan memaksa negara
berkembang untuk menata ulang sisi ekonomi, sosial, dan politik agar menjadi
lebih kuat dan terhindar dari bahaya krisis. Dengan adanya konsep ini juga
diharapkan negara-negara berkembang yang menerapkannya dapat memiliki daya
saing di dunia Internasional di dalam bidang apapun sehingga dapat memaksimalkan
kualitas ekonominya.
Dari penjelasan
diatas, kita dapat melihat bahwa setiap kejadian yang ada memiliki sebuah
penyelesaian yang berbeda-beda mengikuti
dengan jaman yang mereka hadapi. Kita melihat bahwa pemakaian Bretton Woods
syetem hingga Post-Washington Consesus yang membentuk Comprehensive Development
Framework (CDF) dibuat untuk menyelesaikan masalah-masalah agar sebuah negara
dapat terhindar dari krisis. Dengan adanya berbagai macam kebijakan ini juga
tentu mempermudah sebuah negara untuk dapat meningkatkan kualitasnya dan bisa
memiliki daya saing di dunia
Internasional. Seiring berjalannya waktu, kita harus tetap menganalisa setiap
kejadian yang ada dan harus dapat memprediksi beragam ancaman yang akan kita
hadapi di masa yang akan datang, sehingga kita dapat bertahan dari sebuah
tantangan pembangunan global yang ada.
Oleh : Ray Patrick Rayner (145120407111037)
Minggu, 26 Februari 2017
What Does Development Mean? A Rejection Of Unidimensional Conception (MPP)
Pembangunan
merupakan sebuah usaha negara untuk dapat memberikan sebuah kenyamanan bagi
seluruh masyarakat yang ada di dalamnya. Dari banyak model pembangunan yang
ada, terdapat dua model pembangunan utama yang diterapkan oleh beberapa negara
yaitu model pembangunan konvensional dan alternatif. Model pembangunan
konvensional merupakan model pembangunan yang hanya ditujukan untuk
meningkatkan kualitas hidup manusia. Hal yang dimaksudkan adalah negara
berupaya untuk meningkatkan perekonomiannya dengan harapan agar masyarakat yang
hidup di dalamnya memiliki kondisi finansial yang mencukupi untuk menunjang
kebutuhan hidupnya. Tentu kita mendapatkan sebuah kesimpulan bahwa model
pembangunan yang konvensional tujuan nya sama dengan “memperkaya diri” yang
dimana negara berusaha untuk terus meningkatkan GNP per kapitanya. Model ini
juga merupakan model yang diberikan oleh negara barat kepada negara dunia
ketiga agar negara dunia ketiga ini dapat menyetarakan hidupnya dengan negara-negara
yang ada di barat.
Model pembangunan
alternatif adalah sebuah model yang tidak berdasarkan pada peningkatan ekonomi
saja, namun lebih mengutamakan pada faktor kebutuhan utama sekaligus yang
merupakan kebutuhan paling mendasar di dalam kehidupan bernegaranya. Sehingga
dapat dikatakan nilai lokal lah yang diutamakan di dalam membentuk suatu negara
untuk dapat berkembang dan menjadi negara yang maju. Kemunculan dari model
pembangunan alternatif ini juga merupakan sebuah bentuk penolakan kepada negara
barat yang memberikan model pembangunan konvensional yang tidak cocok untuk
diterapkan di negara yang masih berkembang. oleh karena itu, negara yang mengunakan model
pembangunan alternatif ini tidak terlalu berbicara banyak tentang ekonomi,
tetapi lebih kepada mementingkan kebutuhan masyarakat pada saat ini, dan ketika
itu terpenuhi maka negara akan melihat kembali keinginan masyarakat yang
lainnya yang dirasa paling penting. Dari kedua model pembangunan yang telah di
jabarkan, memang sulit untuk melihat mana model pembangunan yang paling tepat
untuk sebuah negara agar bisa berkembang dan sampai ke tahap maju. Akan tetapi
kedua model pembangunan ini memiliki kesamaan untuk dapat meningkatkan kekuatan
suatu negara agar negara tersebut tidak mengalami krisis ataupun runtuh sebagai
sebuah negara.
Penggunaan model
pembangunan baik yang konvensional maupun alternatif juga tentu memberikan
dampak yang positif sekaligus negatif di saat yang bersamaan. Hal ini dapat
dilihat dari pola perilaku negara yang ingin berkembang namun memiliki
keterbatasan baik di dalam sektor teknologi atau dari sektor finansial
sekalipun. Ketidakmampuan ini lah yang akan menciptakan ketergantungan bagi
mereka yang ingin berkembang sehingga kerap kali hal ini dimanfaatkan oleh
negara lain yang sudah maju untuk mengeksploitasi negara yang sedang berkembang
ini. Ini merupakan salah satu alasan ketika negara ingin berkembang akan
memberikan dampak yang positif sekaligus negatif bagi negara itu sendiri.
Menurut saya
pembangunan merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menentukan cara suatu
negara untuk mempertahankan kedudukannya di dunia internasional. Tentunya
kedudukan disini juga tidak lepas dari negara yang telah maju dari awal yang
memberian label kepada negara-negara yang kurang maju atau bahkan terbelakang
dari berbagai faktor sehingga negara yang kurang maju atau terbelakang ini
ingin menjadi seperti negara yang maju tersebut. Dengan demikian, semua negara
yang tidak termasuk negara maju berusaha memperbaiki kekurangannya agar bisa
disamakan dengan negara maju tersebut. Yang menjadi permasalahan disini ketika
negara yang kurang maju atau terbelakang ini memperbaiki kekurangannya, negara
maju juga telah memberikan peningkatannya sehingga terdapat kesenjangan yang
sulit untuk diperkecil. Hal yang paling baik menurut saya ketika berbicara
tentang pembangunan yaitu kita sebagai suatu negara tidak perlu melihat kondisi
negara lain untuk menjadi acuan di dalam pola pembangunan. Kita seharusnya bisa
menganggap diri kita maju ketika kita sudah merasa tercukupi tanpa harus
melihat negara lain dengan status tercukupi nya sendiri, sehingga kita tidak
akan merasa tidak puas dengan hasil yang ada sekarang.
Langganan:
Postingan (Atom)