Selasa, 18 April 2017

Proposal Project

diunduh di link: https://drive.google.com/file/d/0Bz3PikXpb76TUnJ2U1dZSTZGdkU/view?usp=sharing

Ray Patrick Rayner
145120407111037

Logical Framework MPP

diunduh di link : https://drive.google.com/file/d/0Bz3PikXpb76TemxVM0g3YmtKWk0/view?usp=sharing

Ray Patrick Rayner
145120407111037

Senin, 17 April 2017

Identifikasi MPP

Need Assessment dapat diunduh melalui link: https://drive.google.com/file/d/0Bz3PikXpb76TWnVxbi10RmwwbHc/view?usp=sharing

Pohon masalah melalui link: https://drive.google.com/file/d/0Bz3PikXpb76TM2hzMUc5OUJLZWc/view?usp=sharing

Ray Patrick Rayner
145120407111037 

Selasa, 28 Maret 2017

Degradasi Lingkungan (isu negara berkembang)

Era modern seperti sekarang ini membuat negara berbondong-bondong meningkatkan produktivitas dengan cara melakukan industrialisasi secara besar-besaran demi membuat ekonomi di suatu negara terus meningkat. Hal ini tentunya memberikan dampak yang negatif terhadap lingkungan yang kita tinggali karena akan terjadi juga eksploitasi yang besar terhadap sumber daya alam yang ada. Tingkat pencemaran seperti polusi udara tentunya memberikan dampak yang paling dirasakan kepada lingkungan. Melihat kejadian ini, PBB membentuk sebuah program yang dinamakan Reduction Emission from Deforestation and Forest Degradation (REDD) yang bertujuan untuk mengurangi tingkat pencemaran lingkungan dan juga perusakan hutan.

Dengan adanya REDD ini juga negara-negara di dunia dapat berusaha melindungi hutan-hutannya untuk dapat mengatasi polusi yang ada di dunia. Hal ini memberikan dampak khususnya negara berkembang untuk dapat berinvestasi pada wilayah hutannya, karena negara yang dapat melindungi hutannya akan mendapatkan sebuah insentif dan menjadikan hutan tersebut sebagai paru-paru dunia. Dengan terjaganya hutan juga, akan ada jual beli polusi yang mana mereka negara maju yang memiliki tingkat polusi yang tinggi bisa membeli polusi dari negara yang tingkat polusinya rendah. Setelah Program REDD ini berjalan dengan baik, kembali PBB membentuk sebuah tambahan yang diberi nama REDD+ dengan penambahan bahasan seperti peran konservasi dan juga penguatan kerjasama pemerintah dan swasta di dalam membentuk sebuah industri yang ramah lingkungan. Green economy merupakan sebuah program yang bertujuan untuk menghidupkan industri ramah lingkungan tersebut dengan juga menyerap lapangan kerja agar masyarakat dapat memiliki hidup yang layak yang merupakan salah satu hasil dari adanya REDD+ ini. 

Dari penjelasan diatas dapat dilihat bahwa dunia telah melihat aspek lingkungan merupakan hal yang perlu dipertahankan. Berbagai macam upaya telah dilakukan negara-negara untuk dapat menciptakan perlambatan kerusakan lingkungan. Namun, menurut saya meskipun upaya telah dilakukan, ketika masih ada negara dengan industri yang besar tentu akan berdampak kepada perubahan lingkungan secara global. Oeh karenanya kita perlu untuk meningkatkan aktivitas green economy dan juga terus menciptakan inovasi di bidang teknologi agar kita bisa mempertahankan bumi dengan kondisi seperti sekarang. 

Selasa, 21 Maret 2017

Strategi Pengentasan Kemiskinan (isu negara berkembang)

Rezim Bretton Woods yang tujuannya untuk mengurangi tingkat kemiskinan di dunia dengan menggunakan sistem Structural Adjustment Program (SAP) dan kemudian berubah menjadi Comperhensive Development Framework (CDF). Setelah kedua cara ini dilakukan, tingkat kemiskinan pun dapat dikatakan tidak berkurang dan sistem ini dapat dikatakan tidak efektif. Adanya perubahan pendekatan pada dekade 90an yang dilakukan oleh World Bank dan IMF yang dipengaruhi oleh tiga faktor. Pertama adalah munculnya pertanyaan dari lembaga internasional ini karena semakin bertambahnya tingkat kemiskinan. Kedua, fakta memberikan hasil bahwa negara yang melakukan sistem yang diberikan oleh World Bank dan IMF ini kebanyakan tidak mengalami kemajuan sehingga sistem ini dianggap gagal dan tidak sesuai dengan kriteria negara yang mayoritas berkembang. Terakhir yaitu terkait dengan legitimasi terhadap institusi Internasional ini karena tidak dapat menghentikan laju kemiskinan di negara berkembang sehingga relevansinya dipertanyakan.

Kemudian pada tahun 1999, World Bank dan IMF memberikan sebuah gagasan yang baru yang didasari oleh kegagalan sistem sebelumnya. gagasan ini dinamakan Poverty Reduction Strategy Paper (PRSP) yang merupakan perpanjangan tangan dari CDF. Namun ada beberapa hal baru yang diberikan yaitu; adanya pembangunan berkelanjutan; penyusunan strategi dibuat oleh negara sendiri agar menyesuaikan dengan karakterisik negara itu sendiri; adanya peningkatan akan good governance supaya negara menjadi lebih baik dari sisi internal. Dengan demikian program yang ada dapat diterapkan oleh negara berkembang dan diharapkan dapat berjalan dengan baik karena adanya partisipasi aktif juga dari semua golongan baik dari masyarakat hingga kaum elitnya.

Permasalahn tentang kemiskinan menurut saya merupakan masalah yang sangat krusial di suatu negara terlebih pada negara berkembang. Hal ini juga dapat memicu sebuah pemberontakan di negara sehingga perlu adanya penanganan yang serius yang dikerjakan bersama agar masalah kemiskinan ini dapat teratasi. World Bank dan juga IMF dengan baik memberikan sebuah gagasan namun tetap saja tidak akan berjalan efektif pada kenyataan nya. Menurut saya perlu adanya integrasi yang berkelanjutan mengenai strategi pengentasan kemiskinan dan juga kesadaran dari masyarakat pula untuk mendorong aktivitas ekonomi dari seluruh golongan. Perlunya dukungan untuk dapat memberikan pendidikan atau pelatihan bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan agar semua menjadi tenaga kerja yang terampil sehingga dapat diserap
kedalam pekerjaan.

Senin, 20 Maret 2017

Rencana Stratergis MPP


Organisasi Menengah Bawah Malang (OMBM)

Orientasi Organisasi

Organisasi ini bertujuan untuk mengayomi para masyarakat yang kurang mampu untuk berusaha memberikan mereka kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya sehingga masyarakat tersebut dapat menjadi lebih mandiri ketika telah siap untuk diilepas setelah mengikuti berbagai macam pelatihan di dalam menghasilkan sebuah usaha kecil-kecilan. Di dalam organisasi ini juga kita ingin memberikan pendidikan yang layak kepada mereka yang berusia dibawah 17 tahun agar bisa mengenyam pendidikan hingga SMA sehingga dapat meningkatkan kualitas manusia di daerah malang dan sekitarnya. Dengan adanya organisasi ini kita ingin membangun sebuah masyarakat yang mampu menciptakan daya saing yang baik dan dapat bertahan hidup dari segala kesulitan yang ada dan harapan ke depannya juga mampu membantu mendongkrak perekonomian di daerahnya maupun secara lingkup nasional.

VISI

-         - Menciptakan pemikiran baru tentang masyarakat Menengah Bawah yang berpendidikan dan mandiri sehingga tidak menjadi masyarakat yang tersingkirkan

MISI

-          -Memberikan pelatihan-pelatihan yang berorientasi kepada peningkatan ekonomi
-         - Memberikan pendidikan pada kaum muda agar menjadi pelajar yang dapat memberikan inovasi di -dalam peningkatan ekonomi
-          -Melatih kedisiplinan para masyarakat
-          -Memberikan pelatihan untuk meningkatkan semangat juang masyarakat
-          -Menanamkan nilai-nilai Pancasila dan jiwa nasionalis pada masyarakat
-          -Menekankan pentingnya pendidikan di dalam kehidupan masyarakat


Kondisi Internal


Kapasitas

Organisasi masyarakat yang dibentuk ini akan memberikan peluang bagi siapapun yang ingin berkontribusi untuk menbantu para masyarakat yang kurang mampu dan juga memiliki jiwa sosial yang tinggi. Organisasi ini juga terbuka bagi mahasiswa yang ingin memberikan pemikiran mereka secara langsung sebagai bentuk dari pelayanan masyarakat mereka sehingga dapat memberikan kontribusi nyata di dalam kehidupan sehari-hari dan tentunya sangat bermanfaat bagi lingkungan sekitar malang. Bagi mereka yang bukan mahasiswa juga dapat bergabung kedalam organisasi masyarakat ini supaya mereka yang ingin membantu dari sisi materil dan non-materil dapat tersaalurkan dengan baik dan dapat menunjang pemenuhan struktur organisasi dengan baik dan dengan demikian tidak akan adanya kekosongan di dalam organisasi ini. Tidak ada batasan usia ketika ingin bergabung di dalam organisasi masyarakat ini. Namun, kami sebagai pengurus menginginkan orang-orang yang sehat secara jasmani dan rohani agar di dalam pengajaran terhadap para masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Kapabilitas

Sebagai organisasi yang berjalan di bidang pelatihan dan pendidikan, kami memiliki kemampuan dasar sebagai seorang yang komunikatif. Yang dimaksud disini yaitu organisasi ini terampil di dalam menggunakan bahasa yang tepat sesuai sasaran masyarakat yang dihadapi, sehingga masyarakat akan dengan mudah mengerti dengan ajaran yang kami berikan. Kami akan memberikan pelatihan dasar bagi orang-orang yang masuk kedalam organisasi kami yang sekiranya masih sulit di dalam berbicara di depan umum. Organisasi ini juga memiliki buku yang cukup untuk menunjang para pemuda yang dapat menyelesaikan sekolahnya hingga jenjang SMA yang mana nantinya kami akan memberikan mereka akses untuk mengikuti penyelarasan agar mendapat ijasah tersebut.

Sumber Daya Manusia

Organisasi ini memiliki 15 orang sebagai pengajar yang tentunya akan bertambah seiring dengan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap penghidupan yang layak. Kami disini juga didukung dengan 18 pengusaha muda yang berada di malang yang kebanyakan ikut dari pengusaha makanan. Dengan adanya pengusaha muda ini akan membuat kami lebih mudah untuk memberikan para pemuda yang menjadi target kami karena dengan adanya contoh nyata, mmaka mereka akan lebih termotivasi dan semangat di dalam menempuh pendidikannya.

Program

Yang coba kami merikan disini merupakan sebagai bentuk pelayanan kami kepada publik dengan memberikan keterampilan yang kami miliki. Tentunya hal ini tidak akan bisa dirasakan secara langsung, namun kami tetap berusaha untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang kami miliki agar para masyarakat yang khususnya pemuda di sekitar malang dapat mengakses kehidupan yang layak. Kami mencoba memberikan keterampilan yaitu :
-          -Mengolah sampah menjadi barang yang lebih memiliki sisi ekonomi
-          -Memberikan keterampilan dalam menggunakan komputer

Dan dibidang pengetsahuan antara lain:
-          -Mengajar di tiap bidang yang dibutuhkan seperti pengetahuan alam dan sosial
-          -Memberikan pengarahan tentang kemampuan diri sendiri
-          -Memberikan rasa cint terhadap Indonesia
-         - Melatih kedisiplinan dengan mencoba mengatur waktu yang baik

Kondisi Eksternal

Kami didukung dengan beberapa stakeholder lain yang tentunya dapat mempermudah usaha kami untuk mewujudkan cita-cita yang kami inginkan untuk mememberikan kontribusi yang maksimal terhadap masyarakat di kota malang. Kami memiliki bantuan dari pihak UMKM yang bisa membantu di dalam memberikan keterampilan untuk melatih para masyarakat yang menjadi target kami. Selain itu kami juga memiliki kerjasama dengan beberapa radio yang berada di malang untuk secara sukarela memberikan kami bantuan untuk membuat organisasi ini menjadi lebih berkembang lagi dan juga sebagai sarana kami untuk memantau kegiatan kami sehingga selalu ada kemajuan di setiap kegiatan yang kami lakukan.


Analisa SWOT  (Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats)

Internal
Eksternal
Strengths
Weaknesses
Opportunities
Threats
Kapabilitas manusia yang mumpuni sebagai pengajar
Masih sedikitnya tenaga pengajar tidak sebanding dengan banyaknya orang yang diajar
Tingkat antusias dari masyarakat yang ingin mendapat pendidikan dan keterampilan yang banyak
Adanya beberapa orang yang tidak suka dengan kegiatan ini sehingga kerap kali menyerang organisasi ini
Memiliki semangat membangun negeri yang tinggi khususnya untuk muda-mudi
Keterbatasan tempat karena tempat yang ada masih menggunakan sarana masyarakat bersama
Adanya relasi yang baik antara oraganisasi ini dengan masyarakat dan pemerintah
Birokrasi di dalam pemerintahan yang panjang untuk membuat acara sering membuat beberapa proses terhambat
Pendanaan yang baik dari pengurus sendiri maupun sumbangan dari pihak yang membantu
Mobilitas yang kurang memadai karena masih terikat dengan perkuliahan
Banyak bantuan yan didapat dari pihak luar baik berupa dana maupun bentuk fisik seperti buku, bahan kerajinan dan hal yang menunjang proses pelatihan
Terdapat pemikiran-pemikiran yang tidak sejalan dengan organisasi kami dari beberapa pihak luar



Identifikasi Isu Strategis : ekspansi edukasi & keterampilan

Dari adanya kegiatan yang kami pusatkan pada satu lokasi, kami ingin memberikan pengetahuan terhadap lebih banyak orang yang berada di malang raya. Oleh karenanya kami ingin membuka beberapa tempat yang menjadi lokasi strategis yang masih banyak terdapat kemiskinan dan kurangnya pendidikan. Hal ini akan mendapat bantuan dari banyak pihak khususnya pemerintah yang dengan tangan terbuka akan membantu untuk memfasilitasi kami di beberapa tempat. Masyarakat juga akan turut serta di dalam pemenuhan fasilitas ini agar masyarakat diharapkan dapat membenahi setidaknya pemukiman mereka dengan lebih baik lagi. Dengan adanya pendampingan yang kami berikan ini juga kami ingin meningkatkan ekonomi kreatif dari kalangan menengah bawah yang ada di sekitar malang supaya makin banyak masyarakat yang dapat independen di dalam berusaha menghasilkan dana untuk menunjang kebutuhannya sehari-hari.

Adapun program kerja yang akan kami bentuk untuk bisa menunjang keberhasilan dari organisasi ini yaitu:

Semester 1
-          -penyerapan tenaga pengajar
-          -penyerapan masyarakat
-          -penyelarasan dengan pihak luar yang terkait
-          -pemberian materi pembelajaran dan keterampilan

Semester 2
-          -praktek pembuatan kerajinan
-          -praktek pengolahan sampah
-          -praktek kemampuan komputer

Program kerja ini sebagai program tahunan yang akan kami lakukan selama jangka waktu tiga-lima tahun kedepan. Diharapkan di dalam waktu yang di tentukan para masyarakat setelah mendapat pendampingan bisa menjadi lebih mandiri di dalam memulai usaha nya dan siap untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

Program kerja yang akan kami lakukan bagi mereka yang ingin memiliki pendidikan yaitu:

-         - memberikan akses agar dapat masuk sekolah hingga SMA
-          -membantu menyelesaikan masalah di dalam pelajarannya
-          -membantu di dalam belajar di luar jam sekolah
-          -memberikan metode belajar yang lebih mudah dipahami 

Selasa, 14 Maret 2017

Kemiskinan (Isu-Isu Negara Berkembang W.4)

Banyak negara-negara berkembang yang memiliki masalah yang sama yaitu banyaknya tingkat kemiskinan. Namun, disini akan saya coba menjelaskan tentang definisi yang dapat menjelaskan tentang kemiskinan itu sendiri. Pertama yaitu kebutuhan, dimana masyarakat dapat dikatakan miskin ketika masyarakat ini tidak mendapatkan akses akan kebutuhan pokoknya secara baik. Kedua adalah standar hidup,  dimana kualitas hidup ketika sebuah negara memiliki tingkat PDB yang tinggi akan membuat sebuah harga kebutuhan pokok itu mahal sehingga ketika masyarakat tidak mampu membeli maka dapat dikatakan masyarakatnya tergolong miskin. Ketiga adalah sumber yang terbatas, dimana kebutuhan pokok disini memiliki keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok yang dikarenakan kondisi infrastruktur atau pun terbatasnya jumlah produksi dari produsen sehingga dapat dikatakan menjadi miskin. Keempat adalah ketidaksetaraan, dimana yang coba dimaksudkan disini adalah kekayaan yang ada di sebuah negara tidak tersebar secara merata sehingga ada yang tidak mendapatkannya yang dapat dikatakan miskin.

Kelima adalah kelas, dimana adanya kesenjangan akan menyebabkan perbedaan kelas yang dilihat dari statuss ekonomi nya yang berpendapatan rendah dapat dikatakan lebih miskin dari yang berpendapatan tinggi. Lalu ada juga ketergantunan, dimana ketergantungan ini dijelaskan dengan ketidakmampuan seseorang didalam mendapati kebutuhannya sehingga harus mendapatkan bantuan dari orang lain agar orang ini dapat bertahan. Di dalam dunia internasional juga terdapat sebuah definisi yang dapat menjadikan seseorang tergolong miskin. Hal ini dapat dilihat dari pendapatan seseorang yang tidak mencapai dua dollar per hari sehingga dapat dikategorikan sebagai yang miskin.


Dari hasil yang didapat, kita dapat memahami bahwa kemiskinan memiliki arti yang luas yang dapat kita simpulkan bahwa kemiskinan itu sendiri dapat dilihat dari berbagai aspek. Kita juga dapat mengamati bahwa kemiskinan ini dapat dilihat dari faktor lingkungan sebuah negara atau adanya ketidakmerataan kekayaan sehingga menyebabkan kesenjangan dan membentuk kelas antara yang kaya dan miskin. Dari sini juga negara-negara berkembang dapat melihat poin-poin penting yang seharusnya dapat mencegah atau mengurangi tingkat kemiskinan negaranya masing-masing dan juga ada tindakan nyata dari masyarakatnya untuk dapat bekerja dengan baik sehingga kemiskinan dapat dikurangi. Selain itu juga kita perlu melihat tentang kesenjangan yang terjadi di sebuah negara. Kita perlu membuat perhatian khusus pada isu kesenjangan agar masyarakat yang berada di bawah ini dapat mengurangi jarak dengan masyarakat yang lebih tinggi kondisi ekonominya.    

Selasa, 07 Maret 2017

Isu-isu Negara Berkembang (W.3)

Skema pembangunan MDGs dan Post-MDGs

Millenium Development Goals (MDGs) merupakan sebuah hasil kesepakatan yang dihadiri oleh sebagian besar negara yang ada di dunia yang berada dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). Tujuan dari MDGs yaitu untuk dapat menyelesikan permasalahan kemiskinan dan menngkatkan pembangunan sosial. MDGs ini pula berusaha untuk mencoba membuat dunia lebih damai dan aman, memerangi kemiskinan, membuat dunia menjadi demokrasi dan menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta mencoba memelihara lingkungan agar tidak menjadi lebih buruk lagi. Seluruh negara di dunia melihat sebuah kesepakatan ini dengan positif karena dnegan adanya MDGs ini semua negara baik negara maju dan berkembang harus mematuhinya dengan tidak melihat kekuatan dari sebuah negara tersebut. Pada akhir dari skema pembangunan ini yaitu tahun 2015, membuat hasil yang baik karena MDGs dinilai berhasil dalam melaksanakan tujuannya. Hal ini terbukti dengan berkurangnya rakyat miskin hingga 1,8 miliar dan ada beberapa negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari harapan.

Setelah MDGs selesai dan mendapatkan hasil yang memuaskan, ada kembali sebuah skema pembangunan yang dinilai sangat baik bagi peningkatan kualitas dunia. Skema baru ini dinamakan Sustainable Development Goals (SDGs) yang didalamnya memiliki tujuan sebagai lanjutan dari skema pembangunannya yaitu MDGs. Tujuan dari SDGs ini adalah mencoba menyelesaikan permasalahn sosial yang ada baik dari sisi ekonomi mapupun sisi sosial lainnya yang membuat manusia dapat hidup layak. Selain itu ada juga tujuan lain yaitu untuk meningkatkan pendidikan di dunia agar manusia dapat kesempatan yang sama dalam hal pendidikan dan juga serius di dalam mengatasi permasalahan lingkungan seperti perubahan iklim. Dari sini kita dapat melihat adanya perkembangan di dalam skema yang telah ditetapkan terkait dengan permasalahan lingkungan dan kemiskinan dengan kesenjangan. Permasalahan lingkungan menjadi sangat diperhatikan karena telah banyak manusia yang sadar akan perubahan bumi yang telah dirasakan beberapa tahun belakangan dan juga kemiskinan yang berkurang di jaman sekarang namun jarak antara yang kaya dan miskin menjadi semakin jauh sehingga ini dimasukkan kedalam skema pembangunan SDGs.


Dari penjelasan diatas, kita dapat melihat bahwa sebuah skema pembangunan yang dibuat oleh lembaga internasional yang di ratifikasi oleh hampir seluruh negara di dunia ini memberikan sebuah hasil yang cukup baik. Dari sini juga kita dapat melihat bahwa tidak ada perbedaan antara negara maju dan negara berkembang untuk melakukan skema ini sehingga baik mereka negara kuat atau tidak harus patuh pada skema pembangunan ini. Hal yang perlu diperhatikan ialah di dalam pembuatan skema pembangunan ini, tujuan dan aturan yang diberikan menurut saya masih terlalu memakai pola pikir kebarat-baratan yang dimana negara berkembang akan sedikit mengalami kendala di dalam pemenuhan skema pembangunan ini. Perlu adanya pola pikir dari negara-negara berkembang juga agar negara berkembang ini dapat menyelaraskan skema pembangunan yang ada sehingga adanya kemudahan yang di dapat oleh negara berkembang karena skema pembangunan itu juga berasal dari negara berkembang tersebut. Dengan demikian, negara-negara di dunia dapat mencapai hasil yang diinginkan dengan tingkat yang lebih tinggi dari skema pembangunan yang telah diterapkan yaitu pada saat MDGs dilakukan.

Senin, 06 Maret 2017

Manajemen Proyek Pembangunan (W.3)

Manajemen Pembangunan

Bagi setiap negara harus mengetahui pentingnya manajemen yang baik agar tidak terjadi kesalahpahaman atau bahkan kegagalan di dalam membuat suatu proyek pembangunan. Oleh karena itu disini saya akan mencoba menjabarkan poin penting di dalam melakukan manajemen proyek yang benar sehingga proyek tersebut dapat memberikan hasil yang positif, tidak hanya pihak yang membangun saja tetapi dapat menguntungkan bagi masyarakat luas juga. Dimulai pada tahap studi kelayakan yang dimana pada tahap ini, kita harus melakukan survei dan analis  terhadap suatu proyek dengan teliti. Yang coba dimaksudkan disini adalah kita harus selalu mempertimbangkan setiap aspek di dalam pembangunan tersebut seperti aspek lingkungan, sosial, hingga keuntungan yang diperoleh dari pembangunan tersebut. Aspek lain yang perlu diperhatikan juga yaitu infrastruktur, penyelarasan dengan institusi terkait agar proyek ini dapat dijalankan atau tidak, dan juga melakukan analisa identifikasi setiap masalah yang sekiranya akan dihadapi dan bagaimana cara di dalam mengatasinya serta apakah memang layak sebuah proyek ini dijalankan atau tidak.

Kemudian yang menjadi perhatian selanjutnya yaitu tahap monitoring. tahap monitoring disini merupakan tahapan yang dilakukan pada saat proyek itu mulai dijalankan atau pembangunan mulai berjalan. Pada tahap ini kita harus selalu melihat dan meneliti setiap saat perkembangan yang dilakukan apakah telah sesuai dengan rencana atau tidak. Kita juga perlu melihat secara lebih mendalam bagaimana material dan juga infrastrukturnya sudah mendukung dan sesuai dengan model awal yang direncanakan. Lihat juga sisi efisiensi dan hal-hal teknis lainnya yang menjadi penentu ketika proyek ini berjalan, karena pada aspek ini merupakan hal penting agar pembangunan ini berjalan dengan baik dan tidak memiliki kendala teknis yang bisa menyebabkan masalah yang fatal di sehingga pembangunan ini bisa gagal. Tidak lupa juga kita perlu mencermati sisi finansial yang selalu mendukung pembangunan proyek tersebut agar tidak kekurangan di saat proyek ini dijalankan.

Terakhir yaitu tahap evaluasi. Pada tahap ini kita diminta untuk melihat, menilai, dan menganalisa kelebihan dan kekurangan yang ada pada saat proyek ini dimulai hingga proyek ini dilaksanakan agar kedepan kita dapat melakukan sebuah proyek lebih baik lagi. Hal yang perlu dicermati dalam tahap evaluasi ini adalah efektifitas dan efisiensi, perencanaan secara keseluruhan, dan implementasi dari setiap sisi yang telah dijalani. Dengan adanya evaluasi ini juga dapat memberikan tingkat penilaian terhadap sebuah manajemen proyek yang baik atau tidak dan tingkat kepuasan terhadap kerja yang telah dilakukan dari proyek manajemen tersebut.  

Dari hasil penjabaran diatas, kita dapat mengetahui bahwa di dalam melakukan sebuah proyek pembangunan itu harus memiliki dasar yang digunakan agar proyek pembangunan dapat berjalan dengan lancar. Perlu adanya kalkulasi yang baik dari pihak yang akan melakukan proyek pembangunan ini agar pembangunan ini juga dapat memiliki hasil yang baik bagi banyak pihak sehingga memiliki sisi penilaian yang baik. Kita juga  harus mendapatkan sisi finansial yang baik agar sebuah proyek ini tidak mengalami kendala yang fatal. Pihak yang melakukan proyek pembangunan ini harus menjalin kerjasama yang baik pula dengan berbagai macam institusi terkait dengan pembangunan agar bisa mendapatkan ijin sehingga tidak akan ditemukan kesulitan pada saat pengurusan surat-surat yang menjadi hal penting. Hasil akhirnya adalah setiap pihak yang ingin membuat sebuah proyek pembangunan perlu untuk melakukan survei yang mendalam yang dilihat dari setiap aspek hingga hal yang terkecil ketika ingin membuat sebuah proyek pembangunan sehingga proyek tersebut berjalan dengan lancar baik dari tahap identifikasi hingga tahap akhir evaluasi.

   
oleh Ray Patrick Rayner (145120407111037)

Selasa, 28 Februari 2017

Pergeseran Paradigma Pembangunan Pada Negara-Negara Berkembang (Isu-Isu Negara Berkembang)

Adanya krisis pada negara berkembang seperti Amerika Latin tahun 80’ an, membuat mereka mengalami keterpurukan yang dalam sehingga mereka hampir tidak dapat bertahan sebagai sebuah negara. Krisis yang berkepanjangan ini pun dianggap serius oleh beberapa pihak, dan pada akhirnya membuat Amerika Serikat menyelenggarakan konferensi bersama dengan Inggris pada saat itu di Bretton Woods. Pada akhir konferesi, kedua belah pihak menyepakati adanya sebuah sistem yang dinamakan Bretton Woods System. Sistem ini pada akhirnya menciptakan sebuah aturan yang disebut dengan Washington Consensus yang dibuat di Amerika Serikat. Pada sistem ini, nilai-nilai neo-liberal yang diambil  di dalam 10 (sepuluh) aturan yang ditetapkan di dalam Washington Consensus ini. Aturan ini dimaksudkan agar negara-negara berkembang dapat keluar dari jeratan krisis ekonomi yang melanda mereka.

Beberapa poin dari Washington Consensus itu menginginkan bahwa negara yang terkena krisis harus meliberalisasi pasarnya dan juga harus melakukan privatisasi BUMN. Implementasi dari washington consensus ini biasa disebut dengan Structural Adjustment Programmes (SAP). Namun, setelah kurang lebih 10 (sepuluh) tahun berjalan, banyak pihak yang menilai bahwa sistem ini pun tidak berjalan sesuai dengan keinginan. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya negara-negara berkembang yang telah mencoba memakai sistem ini dan tetap menghadapi krisis. Beberapa pakar menyebutkan bahwa kegagalan dari sistem ini bukan karena semata-mata sistem ini tidak sesuai dengan negara berkembang, namun mereka menyebutkan bahwa aspek internal suatu negara berkembang lah yang membuat sistem ini menjadi gagal.

Setelah Washington consensus telah dinilai gagal di dalam menghilangkan krisis di suatu negara, muncul pula konsep baru yang bertujuan untuk meningkatkan pembangunan di negara berkembang. Konsep ini dinamakan Comprehensive Development Framework (CDF) yang merupakan sebuah pendekatan dari tiga sisi yaitu sisi ekonomi, sosial, dan budaya agar proses pembangunan ini berjalan dengan lancar. Adanya  konsep yang baru ini akan memaksa negara berkembang untuk menata ulang sisi ekonomi, sosial, dan politik agar menjadi lebih kuat dan terhindar dari bahaya krisis. Dengan adanya konsep ini juga diharapkan negara-negara berkembang yang menerapkannya dapat memiliki daya saing di dunia Internasional di dalam bidang apapun sehingga dapat memaksimalkan kualitas ekonominya.


Dari penjelasan diatas, kita dapat melihat bahwa setiap kejadian yang ada memiliki sebuah penyelesaian yang  berbeda-beda mengikuti dengan jaman yang mereka hadapi. Kita melihat bahwa pemakaian Bretton Woods syetem hingga Post-Washington Consesus yang membentuk Comprehensive Development Framework (CDF) dibuat untuk menyelesaikan masalah-masalah agar sebuah negara dapat terhindar dari krisis. Dengan adanya berbagai macam kebijakan ini juga tentu mempermudah sebuah negara untuk dapat meningkatkan kualitasnya dan bisa memiliki daya  saing di dunia Internasional. Seiring berjalannya waktu, kita harus tetap menganalisa setiap kejadian yang ada dan harus dapat memprediksi beragam ancaman yang akan kita hadapi di masa yang akan datang, sehingga kita dapat bertahan dari sebuah tantangan pembangunan global yang ada. 





Oleh : Ray Patrick Rayner (145120407111037)

Minggu, 26 Februari 2017

What Does Development Mean? A Rejection Of Unidimensional Conception (MPP)

Pembangunan merupakan sebuah usaha negara untuk dapat memberikan sebuah kenyamanan bagi seluruh masyarakat yang ada di dalamnya. Dari banyak model pembangunan yang ada, terdapat dua model pembangunan utama yang diterapkan oleh beberapa negara yaitu model pembangunan konvensional dan alternatif. Model pembangunan konvensional merupakan model pembangunan yang hanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Hal yang dimaksudkan adalah negara berupaya untuk meningkatkan perekonomiannya dengan harapan agar masyarakat yang hidup di dalamnya memiliki kondisi finansial yang mencukupi untuk menunjang kebutuhan hidupnya. Tentu kita mendapatkan sebuah kesimpulan bahwa model pembangunan yang konvensional tujuan nya sama dengan “memperkaya diri” yang dimana negara berusaha untuk terus meningkatkan GNP per kapitanya. Model ini juga merupakan model yang diberikan oleh negara barat kepada negara dunia ketiga agar negara dunia ketiga ini dapat menyetarakan hidupnya dengan negara-negara yang ada di barat.

Model pembangunan alternatif adalah sebuah model yang tidak berdasarkan pada peningkatan ekonomi saja, namun lebih mengutamakan pada faktor kebutuhan utama sekaligus yang merupakan kebutuhan paling mendasar di dalam kehidupan bernegaranya. Sehingga dapat dikatakan nilai lokal lah yang diutamakan di dalam membentuk suatu negara untuk dapat berkembang dan menjadi negara yang maju. Kemunculan dari model pembangunan alternatif ini juga merupakan sebuah bentuk penolakan kepada negara barat yang memberikan model pembangunan konvensional yang tidak cocok untuk diterapkan di negara yang masih berkembang.  oleh karena itu, negara yang mengunakan model pembangunan alternatif ini tidak terlalu berbicara banyak tentang ekonomi, tetapi lebih kepada mementingkan kebutuhan masyarakat pada saat ini, dan ketika itu terpenuhi maka negara akan melihat kembali keinginan masyarakat yang lainnya yang dirasa paling penting. Dari kedua model pembangunan yang telah di jabarkan, memang sulit untuk melihat mana model pembangunan yang paling tepat untuk sebuah negara agar bisa berkembang dan sampai ke tahap maju. Akan tetapi kedua model pembangunan ini memiliki kesamaan untuk dapat meningkatkan kekuatan suatu negara agar negara tersebut tidak mengalami krisis ataupun runtuh sebagai sebuah negara.

Penggunaan model pembangunan baik yang konvensional maupun alternatif juga tentu memberikan dampak yang positif sekaligus negatif di saat yang bersamaan. Hal ini dapat dilihat dari pola perilaku negara yang ingin berkembang namun memiliki keterbatasan baik di dalam sektor teknologi atau dari sektor finansial sekalipun. Ketidakmampuan ini lah yang akan menciptakan ketergantungan bagi mereka yang ingin berkembang sehingga kerap kali hal ini dimanfaatkan oleh negara lain yang sudah maju untuk mengeksploitasi negara yang sedang berkembang ini. Ini merupakan salah satu alasan ketika negara ingin berkembang akan memberikan dampak yang positif sekaligus negatif bagi negara itu sendiri.  


Menurut saya pembangunan merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menentukan cara suatu negara untuk mempertahankan kedudukannya di dunia internasional. Tentunya kedudukan disini juga tidak lepas dari negara yang telah maju dari awal yang memberian label kepada negara-negara yang kurang maju atau bahkan terbelakang dari berbagai faktor sehingga negara yang kurang maju atau terbelakang ini ingin menjadi seperti negara yang maju tersebut. Dengan demikian, semua negara yang tidak termasuk negara maju berusaha memperbaiki kekurangannya agar bisa disamakan dengan negara maju tersebut. Yang menjadi permasalahan disini ketika negara yang kurang maju atau terbelakang ini memperbaiki kekurangannya, negara maju juga telah memberikan peningkatannya sehingga terdapat kesenjangan yang sulit untuk diperkecil. Hal yang paling baik menurut saya ketika berbicara tentang pembangunan yaitu kita sebagai suatu negara tidak perlu melihat kondisi negara lain untuk menjadi acuan di dalam pola pembangunan. Kita seharusnya bisa menganggap diri kita maju ketika kita sudah merasa tercukupi tanpa harus melihat negara lain dengan status tercukupi nya sendiri, sehingga kita tidak akan merasa tidak puas dengan hasil yang ada sekarang.