Selasa, 07 Maret 2017

Isu-isu Negara Berkembang (W.3)

Skema pembangunan MDGs dan Post-MDGs

Millenium Development Goals (MDGs) merupakan sebuah hasil kesepakatan yang dihadiri oleh sebagian besar negara yang ada di dunia yang berada dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). Tujuan dari MDGs yaitu untuk dapat menyelesikan permasalahan kemiskinan dan menngkatkan pembangunan sosial. MDGs ini pula berusaha untuk mencoba membuat dunia lebih damai dan aman, memerangi kemiskinan, membuat dunia menjadi demokrasi dan menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta mencoba memelihara lingkungan agar tidak menjadi lebih buruk lagi. Seluruh negara di dunia melihat sebuah kesepakatan ini dengan positif karena dnegan adanya MDGs ini semua negara baik negara maju dan berkembang harus mematuhinya dengan tidak melihat kekuatan dari sebuah negara tersebut. Pada akhir dari skema pembangunan ini yaitu tahun 2015, membuat hasil yang baik karena MDGs dinilai berhasil dalam melaksanakan tujuannya. Hal ini terbukti dengan berkurangnya rakyat miskin hingga 1,8 miliar dan ada beberapa negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari harapan.

Setelah MDGs selesai dan mendapatkan hasil yang memuaskan, ada kembali sebuah skema pembangunan yang dinilai sangat baik bagi peningkatan kualitas dunia. Skema baru ini dinamakan Sustainable Development Goals (SDGs) yang didalamnya memiliki tujuan sebagai lanjutan dari skema pembangunannya yaitu MDGs. Tujuan dari SDGs ini adalah mencoba menyelesaikan permasalahn sosial yang ada baik dari sisi ekonomi mapupun sisi sosial lainnya yang membuat manusia dapat hidup layak. Selain itu ada juga tujuan lain yaitu untuk meningkatkan pendidikan di dunia agar manusia dapat kesempatan yang sama dalam hal pendidikan dan juga serius di dalam mengatasi permasalahan lingkungan seperti perubahan iklim. Dari sini kita dapat melihat adanya perkembangan di dalam skema yang telah ditetapkan terkait dengan permasalahan lingkungan dan kemiskinan dengan kesenjangan. Permasalahan lingkungan menjadi sangat diperhatikan karena telah banyak manusia yang sadar akan perubahan bumi yang telah dirasakan beberapa tahun belakangan dan juga kemiskinan yang berkurang di jaman sekarang namun jarak antara yang kaya dan miskin menjadi semakin jauh sehingga ini dimasukkan kedalam skema pembangunan SDGs.


Dari penjelasan diatas, kita dapat melihat bahwa sebuah skema pembangunan yang dibuat oleh lembaga internasional yang di ratifikasi oleh hampir seluruh negara di dunia ini memberikan sebuah hasil yang cukup baik. Dari sini juga kita dapat melihat bahwa tidak ada perbedaan antara negara maju dan negara berkembang untuk melakukan skema ini sehingga baik mereka negara kuat atau tidak harus patuh pada skema pembangunan ini. Hal yang perlu diperhatikan ialah di dalam pembuatan skema pembangunan ini, tujuan dan aturan yang diberikan menurut saya masih terlalu memakai pola pikir kebarat-baratan yang dimana negara berkembang akan sedikit mengalami kendala di dalam pemenuhan skema pembangunan ini. Perlu adanya pola pikir dari negara-negara berkembang juga agar negara berkembang ini dapat menyelaraskan skema pembangunan yang ada sehingga adanya kemudahan yang di dapat oleh negara berkembang karena skema pembangunan itu juga berasal dari negara berkembang tersebut. Dengan demikian, negara-negara di dunia dapat mencapai hasil yang diinginkan dengan tingkat yang lebih tinggi dari skema pembangunan yang telah diterapkan yaitu pada saat MDGs dilakukan.

1 komentar:

  1. KABAR BAIK!!!

    Nama saya Aris Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu untuk Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran dimuka, tetapi mereka adalah orang-orang iseng, karena mereka kemudian akan meminta untuk pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, sehingga hati-hati dari mereka penipuan Perusahaan Pinjaman.

    Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial dan putus asa, saya telah tertipu oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan digunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia, yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dan tingkat bunga hanya 2%.

    Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan, telah dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.

    Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda menuruti perintahnya.

    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan bercerita tentang Ibu Cynthia, dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia, Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: arissetymin@gmail.com sekarang, semua akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening mereka bulanan.

    Sebuah kata yang cukup untuk bijaksana.

    BalasHapus